Tukang Roti dan Petani

Share

Seorang tukang roti di sebuah desa kecil membeli satu kilogram mentega dari seorang petani. Ia curiga bahwa mentega yang dibelinya tidak benar-benar seberat satu kilogram. Beberapa kali ia menimbang mentega itu, dan benar, berat mentega itu tidak penuh satu kilogram. Yakinlah ia, bahwa petani itu telah melakukan kecurangan. Ia melaporkan pada hakim, dan petani itu diajukan ke sidang pengadilan.

Pada saat sidang, hakim berkata pada petani, “Tentu kau mempunyai timbangan!”. “Tidak, Tuan Hakim,” jawab petani. “Lalu, bagaimana kau bisa menimbang mentega yang kau jual itu?” tanya hakim. Petani itu menjawab, “Ah, itu mudah sekali dijelaskan, Tuan Hakim. Untuk menimbang mentega seberat satu kilogram itu, sebagai penyeimbang, aku gunakan saja roti seberat satu kilogram yang aku beli dari tukang roti itu juga”.

 

Renungan
Terkadang kita kesal pada perilaku orang lain terhadap kita, Namun ternyata, kesalahan kita pada orang lain berasal dari kesalahan kita sendiri. Mari kita Intropeksi diri 🙂

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *