Gunung Papandayan yang Menawan

Share

Bagi sebagian orang Gunung merupakan tempat yang paling tepat untuk menikmati keindahan alam semesta. Selain itu gunung juga merupakan tempat yang paling tenang dari keramaian kota.

Berangkat dari Jakarta, saya berencana menuju Gunung Papandayan. Yang merupakan Gunung favorit pendaki di Jawa Barat. Lokasi pun tidak jauh dari Jakarta, kita bisa menggunakan Bus angkutan umum dari terminal besar di Jakarta.

Berangkat menggunakan armada Primajasa pagi hari akhirnya saya tiba di Alun – alun Tarogong, Garut. Teman saya sudah lebih dahulu berada disana menunggu kedatangan saya.

Sebelum memulai pendakian kami harus memastikan perlengkapan harus sudah lengkap kita bawa. Dari mulai Carrier,Tenda, Matras, Sepatu Gunung, Jaket pelindung dan Perlengkapan untuk memasak harus sudah tersedia.

Setelah perlengkapan sudah tersedia semua, maka kami mulai perjalanan menuju Gunung Papandayan. Jarak dari Alun-alun Tarogong gerbang utama Gunung Papandayan sekitar 30 Kilometer.

Pintu Masuk Kawasan Papandayan
Harga Tiket

Setelah lapor dan membeli tiket, selanjutnya kita bisa langsung melanjutkan perjalanan untuk Tracking menuju Gunung Papandayan.

Dalam perjalan malam hari kami menggunakan bantuan Senter LED yang sinarnya menerangi saat menyusuri setiap langkah kami. Kawah Gunung Papandayang yang masih aktif mengeluarkan asap belerang dari bongkahan-bongkahan batu, membuat kami harus menggunakan penutup hidung untuk melindungi dari bau yang menyengat. Tidak jarang kami juga berjumpa dengan pendaki lainya yang sama ingin bermalam di Gunung Papandayan.

Untuk bisa bermalam di Gunung Papandayang, kita harus mendaki menuju Pondok Saladah, tempat ini menjadi pilihat para pendaki untuk membangun Tenda. Pondok Salah juga tersedia air bersih yang bisa gunakan untuk memasak, mandi maupun keperluan lainya.

Hutan Mati

Gunung Papandayan memiliki Hutan Mati yang terbentuk dari letusan pada November 2002. Meski pepohonanya kering, akar-akaranya tidak mati. Hutan Mati menjadi juga merupakan tempat Instagramable bagi pada pendaki.

Hutan Mati Papandayan
Kawah Gunung Papandayan

Sunrise merupakan waktu yang tempat untuk mengambil foto di Hutan Mati. Dengan latar belakang gunung dan kepulan asap yang keluar dari kawah membuat pandangan menjadi lebih natural.

Kawah Gunung Papandayan

Pondok Saladah

Pondok Saladah merupakan tempat kami membangun Tenda. Lokasinya dekat dengan Hutan Mati.

Pondok Saladah
Pondok Saladah Malam Hari
Bekal

Tegal Alun ( Bunga Edelweis )

Tegal Alun merupakan tempat yang di nanti, disini kita bisa melihat hamparan bunga Edelweis yang tumbuh liar. Kita harus sedikit mendaki lagi melewati Hutan Mati untuk bisa sampai di Tegal Alun.

Edelweiss Tegal Alun

” Jangan bawa Edelweis untuk orang yang kamu Cinta, tapi bawalah ia ke tempat bunga itu tumbuh. “

Tegal Alun

Keindahan Edelweis yang abadi hanya boleh kita lihat secara langsung di Tegal Alun, kita tidak bisa memetik bunga tersebut.

Sungguh, capek nya pendakian terbayarkan dengan melihat pemandangan yang indah. Gunung Papandayan memiliki ketinggian 2665 meter di atas permukaan laut.

Bagi pengunjung yang menggunakan transportasi umum baik dari Jakarta, Bogor maupun Bandung dan sekitarnya, pengunjung terlebih dahulu harus berangkat menuju Terminal Guntur Garut dan kemudian tuju perjalanan menuju kaki gunung.

Apabila pengunjung tiba di Terminal Guntur Garut pada dini hari, silakan menggunakan angkot minibus menuju pertigaan Pasar Cisurupan dan lanjutkan dengan menumpangi mobil pickup yang sengaja mengetem menunggu pendaki. Hingga penuh, barulah angkutan pickup tersebut berangkat.

Apabila pengunjung menumpang kendaraan pribadi, silakan langsung saja menuju kaki gunung karena tempat parkirnya cukup luas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *